Pemulihan Pasca Bencana di Sumut dan Aceh Butuh Gotong Royong

Pemulihan Pasca Bencana di Sumut dan Aceh Butuh Gotong Royong

Pemulihan Pasca Bencana di Sumut dan Aceh Butuh Gotong Royong

ANGKARAJA  — Proses pemulihan di wilayah Sumatera Utara dan Aceh pascabencana masih menghadapi tantangan yang memerlukan perhatian khusus. Berbagai persoalan seperti timbunan lumpur, kerusakan pada jalan, jembatan, pasar rakyat, serta fasilitas pendidikan dan perkantoran desa masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepatan

Untuk mempercepat pemulihan, diperlukan semangat gotong royong yang melibatkan seluruh pihak. Kerja sama yang sinergis antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan unsur masyarakat dinilai krusial. Fokusnya adalah pada percepatan pembersihan material sisa bencana, normalisasi aliran sungai, serta perbaikan infrastruktur dasar yang rusak.

Data Kerusakan dan Penanganan Berbasis Bukti

Dalam upaya penanganan yang terarah, telah dihimpun data detail kerusakan untuk memudahkan respons dari instansi terkait. Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah fasilitas pendidikan. Data tersebut memuat informasi spesifik seperti jumlah dan tingkat kerusakan pada bangunan PAUD, TK, dan SD di berbagai lokasi, mulai dari kerusakan ringan, sedang, hingga berat.

Indikator Pemulihan yang Terukur

Memasuki fase transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi, penting untuk memiliki indikator pemulihan yang jelas dan terukur. Indikator ini menjadi penanda keberhasilan dan mencakup beberapa aspek kunci:

Pertama, berjalannya kembali fungsi pemerintahan daerah. Kedua, pulihnya layanan publik esensial, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Ketiga, terbukanya akses infrastruktur transportasi darat.

Selain itu, indikator lainnya adalah berfungsinya kembali aktivitas perekonomian masyarakat. Yang tak kalah penting adalah terpenuhinya kebutuhan dasar warga, seperti ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), pasokan listrik, air bersih, koneksi internet, dan gas elpiji. Pencapaian indikator-indikator ini menjadi tolok ukur utama kesuksesan proses pemulihan jangka panjang.