DPR Minta PU dan Kemenhub Segera Normalisasi Sungai Pasca Bencana

DPR Minta PU dan Kemenhub Segera Normalisasi Sungai Pasca Bencana

DPR Minta PU dan Kemenhub Segera Normalisasi Sungai Pasca Bencana

ANGKARAJA — Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Perhubungan untuk segera melaksanakan program normalisasi sungai dalam skala besar. Langkah ini diusulkan sebagai respons pascabencana yang melanda wilayah Sumatra.

Desakan ini disampaikan sejalan dengan arahan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Aceh Tamiang. Normalisasi sungai dinilai sebagai bagian krusial dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah-daerah yang terdampak, terutama di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kondisi Sungai yang Berubah Pasca Bencana

Danang menyatakan bahwa berdasarkan banyak laporan yang diterima, kondisi sungai di wilayah terdampak mengalami perubahan yang sangat signifikan. Terdapat informasi bahwa sejumlah aliran sungai telah mengalami pergeseran arah, perubahan posisi, bahkan pelebaran alur.

“Perubahan kondisi alamiah sungai ini tentu memerlukan penanganan yang serius dan terencana dengan baik,” tegas Danang. Penanganan yang cepat dan tepat diperlukan untuk memulihkan fungsi sungai dan mencegah dampak lanjutan.

Pendekatan Normalisasi yang Komprehensif

Politisi Partai Gerindra ini menyarankan agar proses normalisasi dilakukan secara menyeluruh. Ia mengusulkan agar pekerjaan dimulai dari bagian muara atau dari arah laut menuju hulu. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan fungsi ekologis dan hidrologis sungai.

Lebih lanjut, Danang menyatakan bahwa jika berdasarkan kajian dinilai perlu, pemerintah dapat mempertimbangkan untuk membuka jalur sungai baru. Namun, pembukaan jalur baru harus didasarkan pada studi yang matang dan komprehensif.

Pentingnya Kajian Teknis dan Ekologis

“Normalisasi sungai tidak boleh dilakukan secara serampangan. Semua langkah harus berlandaskan pada kajian teknis, ekologis, dan hidrologis yang mendalam,” jelas Danang.

Ia menekankan bahwa semua aspek perlu diperhitungkan dengan cermat, mulai dari debit air, kebutuhan tampungan, hingga penentuan luas dan dimensi sungai yang ideal. Tujuannya adalah agar sungai yang dinormalisasi tidak hanya berfungsi sebagai saluran air, tetapi juga dapat menjadi bagian dari sistem ketahanan terhadap bencana di masa yang akan datang.

 

thaichili2go.com