Halte Perpustakaan Nasional Direvitalisasi, Kini Ber-AC

Halte Perpustakaan Nasional Direvitalisasi, Kini Ber-AC

Halte Perpustakaan Nasional Direvitalisasi, Kini Ber-AC

ANGKARAJA — Halte Transjakarta di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kini telah beroperasi dengan tampilan baru pascarevitalisasi. Meski sudah melayani penumpang, fasilitas ini masih menjalani masa uji coba untuk memastikan semua fungsi berjalan optimal.

Desain Modern dengan Konsep Tertutup

Halte yang melayani ribuan pengguna Transjakarta ini mengusung konsep bangunan tertutup penuh dengan dinding kaca. Desain ini tidak hanya menawarkan estetika modern, tetapi juga mendukung penggunaan pendingin ruangan (AC) untuk kenyamanan penumpang.

Area tunggu didesain lebih apik dengan kursi bernuansa kayu yang memberikan kesan hangat. Namun, pada pengamatan hingga siang hari, ditemui kendala operasional. Pintu geser otomatis yang menjadi akses utama menuju ruang tunggu ber-AC ternyata tidak dapat berfungsi.

Kendala Operasional dalam Masa Uji Coba

Pintu geser tersebut berperan sebagai pembatas antara peron luar dan ruang tunggu berpendingin udara. Ketidakberfungsian pintu menyebabkan sejumlah penumpang tampak kebingungan saat hendak masuk atau keluar. Alih-alih bisa menunggu di dalam ruangan yang sejuk, penumpang terpaksa menunggu di area luar halte.

Menanggapi kondisi ini, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menegaskan bahwa halte ber-AC tersebut memang masih dalam tahap uji coba. “Saat ini masih dalam tahap uji coba dan revitalisasi bertahap oleh PT Transjakarta. Prioritas saat ini difokuskan pada halte dengan volume penumpang tinggi di pusat kota,” jelas Chico.

Bagian dari Peningkatan Layanan Transportasi Publik

Chico menambahkan bahwa uji coba halte ber-AC ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik secara menyeluruh. Tujuannya adalah menciptakan fasilitas yang lebih nyaman, manusiawi, dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.

“Halte ini diuji coba sebagai bagian dari peningkatan layanan transportasi publik, termasuk membuat halte lebih nyaman, manusiawi, dan tahan terhadap cuaca,” ujarnya.

Modernisasi Armada dan Integrasi Tetap Jadi Fokus

Selain revitalisasi halte, Pemprov DKI Jakarta juga memprioritaskan modernisasi armada melalui penambahan bus listrik serta penguatan integrasi antar berbagai moda transportasi. Meski demikian, peningkatan fasilitas halte seperti di Perpustakaan Nasional akan tetap menjadi agenda penting ke depannya.

“Fokus saat ini juga di modernisasi armada dan integrasi antarmoda, tapi peningkatan fasilitas halte seperti ini pasti terus jadi prioritas,” kata Chico.

Sementara itu, pihak Transjakarta menyatakan bahwa halte Perpustakaan Nasional yang telah direvitalisasi merupakan aset milik Dinas Bina Marga DKI Jakarta, menunjukkan kolaborasi antar instansi dalam pengembangan infrastruktur transportasi ibu kota.