Huntara Bantaran Rel Senen Rampung, Siap Huni Juni 2026
Proyek relokasi warga bantaran rel Kereta Api di kawasan Senen, Jakarta Pusat, memasuki tahap akhir. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman memastikan bahwa pembangunan hunian sementara atau huntara di Jalan Kramat Raya, Senen, sudah hampir rampung.
Saat ini, proses penyelesaian infrastruktur dasar tengah berlangsung. Sambungan air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM) dan jaringan listrik dari PLN sedang dikerjakan agar huntara benar-benar siap dihuni.
324 Unit Huntara untuk Warga Terdampak
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, mengungkapkan bahwa total unit yang disediakan mencapai 324 hunian. Seluruh unit ini dibangun di atas lahan milik PT Angkasa Pura.
“Jumlah unit hunian sementara yang disiapkan sejumlah 324 unit,” ungkap Kelik dalam keterangan resminya.
Pemerintah menargetkan agar para warga yang terdampak relokasi dapat mulai menempati huntara tersebut pada bulan Juni 2026. Kelik juga berharap bahwa seluruh warga bantaran rel Senen yang berhak dapat terakomodasi secara menyeluruh melalui program ini.
Sinergi Pemerintah dan Opsi Relokasi Tambahan
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menambahkan bahwa pembangunan huntara ini merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan proses relokasi berjalan lancar dan manusiawi.
“Pemprov DKI telah menyiapkan 3 rusun (Nagrak, Rorotan, dan PIK Pulogadung) sebagai opsi relokasi sementara tambahan bagi warga terdampak,” ujar Chico.
Dengan adanya opsi tambahan tersebut, warga yang terdampak memiliki lebih banyak pilihan tempat tinggal sementara yang layak selama proses penataan kawasan bantaran rel berlangsung.


