Megawati Turun Tangan Atur Bantuan Korban Bencana Sumatra
EPICTOTO — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terlibat langsung dalam mengkoordinasikan bantuan untuk korban bencana di wilayah Sumatra. Daftar kebutuhan logistik yang dikirim ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat bahkan disusun secara personal olehnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat melepas keberangkatan tim kemanusiaan partai ke daerah terdampak. Menurut Hasto, Megawati secara detail menuliskan kebutuhan obat-obatan dan perlengkapan darurat, dengan perhatian khusus pada kelompok perempuan dan balita.
“Ibu Mega sampai membuat daftar kebutuhan untuk bencana basah secara langsung, berdasarkan wawasan luasnya dari pengalaman membantu rakyat semasa menjadi wakil presiden, presiden, hingga sebagai ketua umum partai,” kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2025).
“Di dalam mobil yang kita berangkatkan juga disertai logistik termasuk kebutuhan untuk kaum perempuan dan anak balita. Daftar obat-obatan yang dibutuhkan dalam bencana basah itu ditulis langsung oleh Ibu Mega dengan tulisan tangannya,” sambungnya.
Hasto juga menyoroti perhatian Megawati pada item spesifik seperti sarung. Megawati menekankan fungsi sarung sebagai alat pelindung darurat ketika fasilitas sanitasi sangat terbatas di lokasi bencana.
“Hal itu sampai diperagakan oleh Ibu Mega dalam rapat DPP mengenai penggunaan sarung. Itu bersumber dari pengalaman langsung di lapangan,” ujarnya.
PDIP Kirim Ambulans, Dokter, hingga Paramedis
Tak hanya logistik, PDI Perjuangan juga mendispatchnya 30 unit ambulans lengkap dengan 30 dokter dan 60 paramedis serta perawat. Pengemudi ambulans bukanlah sopir biasa, melainkan relawan kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan dasar untuk pertolongan korban bencana.
“Mereka telah dilatih menjadi bagian dari kekuatan relawan kesehatan yang memahami tata cara pertolongan kepada korban bencana alam,” jelas Hasto.
Pengiriman bantuan dilakukan secara estafet. Rombongan akan disambut oleh kader partai di Banten dan Lampung sebelum melanjutkan perjalanan ke Sumatra. Sejumlah kader daerah bahkan telah lebih dulu tiba di Aceh untuk melakukan pemetaan kebutuhan mendesak warga.
Distribusi juga diperkuat melalui jalur laut. PDIP menyiapkan Kapal Laksamana Malahayati yang dilengkapi dengan ambulans dan sepeda motor trail untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi. Dua unit motor trail tambahan disumbangkan oleh kader partai dari Riau.
Di tingkat pusat, DPP PDIP membentuk tiga tim khusus. Tim pertama bertugas mengidentifikasi kebutuhan di lapangan, tim kedua menangani pengadaan logistik secara efisien, dan tim ketiga mengatur distribusi. Evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Megawati Soroti Pentingnya Mitigasi Bencana
Di luar bantuan tanggap darurat, Megawati juga mendorong peningkatan kesadaran akan mitigasi bencana. Dalam rangka hari ulang tahun partai, PDIP menerbitkan buku ‘Spirit of Humanity’ sebanyak 5.000 eksemplar sebagai panduan mitigasi bagi kader dan masyarakat.
Megawati juga aktif meminta masukan mengenai potensi bencana dari berbagai pihak, termasuk dari mantan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.
Partai bahkan menyusun pedoman sistem peringatan dini sederhana, seperti penggunaan kentongan dan sirine di wilayah rawan. Upaya pencegahan juga diperkuat melalui program lingkungan.
Megawati mendorong pembibitan cemara udang dan mangrove di daerah pesisir sebagai pelindung alami dari tsunami, serta menekankan pentingnya penataan ruang yang baik agar permukiman masyarakat tidak dibangun di kawasan rawan bencana.
“Ibu Mega mengingatkan bahwa membicarakan bencana bukan hanya tentang menolong rakyat, tetapi juga bagaimana mencegahnya, memberikan pengetahuan kepada rakyat tentang potensi bencana, dan membangun kesadaran untuk mengurangi risikonya,” tandas Hasto.


