Suasana Haru Pemakaman Kopilot Baskoro di TPU Pondok Kelapa
thaichili2go — Suasana duka yang mendalam menyelimuti prosesi pemakaman kopilot Baskoro Adi Anggoro. Isak tangis keluarga, kerabat, dan rekan sejawat mewarnai kepergian almarhum yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Jumat sore pukul 15.26 WIB.
Upacara pelepasan diawali dengan ibadah singkat yang penuh khidmat. Dalam kesempatan tersebut, seluruh hadirin diajak untuk menguatkan iman dan menyerahkan perjalanan terakhir almarhum kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Doa-doa tulus dipanjatkan sebagai bentuk syukur atas kehidupan yang telah dijalani almarhum, sekaligus permohonan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan penghiburan.
Lagu Rohani dan Kenangan Penuh Haru
Alunan lagu rohani yang dikumandangkan semakin menguatkan atmosfer kesedihan. Para keluarga terlihat saling berpelukan, berusaha menahan tangis saat mengenang kebaikan hati dan dedikasi pengabdian Baskoro semasa hidupnya.
Setelah rangkaian ibadah usai, peti jenazah kemudian diangkat secara perlahan dan dimasukkan ke liang lahat yang telah disiapkan. Tangis keluarga pun semakin menjadi-jadi saat peti mulai diturunkan ke dalam peristirahatan terakhirnya.
Kata-kata Perpisahan dari Keluarga
Sebagai tanda perpisahan terakhir, keluarga secara bergantian menaburkan bunga dan tanah ke liang kubur. Momen haru itu diwarnai dengan ucapan perpisahan yang menyayat hati dari orang-orang terdekat almarhum.
“Kesayangan mamah, Baskoro Adi Anggoro, kita berpisah di sini. Kita bertemu nanti di surga. I love you,” ucap Ibu Baskoro, Triyana, dengan suara terbata-bata di TPU Pondok Kelapa.
“Selamat jalan sayang,” sambung ayah Baskoro, Isbranto, menahan kesedihan.
Rasa duka juga terpancar dari sang nenek, “Selamat jalan cucuku, senyumlah di sana. Aku tak bisa menciummu lagi.” Kata-kata terakhir itu menggambarkan betapa dalamnya rasa kehilangan yang dirasakan seluruh keluarga.


