Titik Krusial Keamanan Pangan: Prosedur Penerimaan Bahan Baku di Dapur

Titik Krusial Keamanan Pangan: Prosedur Penerimaan Bahan Baku di Dapur

Titik Krusial Keamanan Pangan: Prosedur Penerimaan Bahan Baku di Dapur

thaichili2go — Saat bahan baku pangan tiba di dapur pada sore hari, tiga peran kunci harus segera bergerak melakukan pemeriksaan menyeluruh. Proses penerimaan ini merupakan momen kritis yang menentukan kualitas akhir makanan yang akan diolah.

Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab

Setiap pihak memiliki fokus pemeriksaan yang spesifik. Pengawas Gizi bertugas memeriksa kondisi fisik, tingkat kesegaran, dan kualitas bahan pangan yang dibeli dari supplier. Pemeriksaan ini juga mencakup kecocokan bahan dengan menu yang telah dirancang sebelumnya untuk hari itu.

Peran Pengawas Keuangan

Sementara itu, Pengawas Keuangan memastikan aspek finansial berjalan transparan. Tugasnya adalah memverifikasi bahwa harga bahan pangan yang dibeli sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku, tidak ada markup harga, dan sesuai dengan anggaran yang telah direncanakan. Pengawas Keuangan juga bertanggung jawab mengumpulkan dan memeriksa kuitansi pembelian sebagai bukti transaksi yang sah.

Peran Asisten Lapangan

Di sisi operasional, Asisten Lapangan melakukan pemeriksaan kuantitatif. Pihak ini akan menimbang dan mengukur volume seluruh bahan pangan yang datang, memastikan jumlahnya sesuai dengan pesanan dan rencana pengolahan.

Momen Kritis yang Menentukan

Kehadiran ketiga pihak ini saat bahan baku tiba adalah hal yang non-negosiable. Seperti ditekankan oleh seorang ahli, titik penerimaan bahan baku adalah momen krusial yang dampaknya sangat besar jika terjadi kelalaian.

“Jika Anda menemukan bahan baku yang sudah tidak layak, apalagi busuk, atau harganya dimarkup, jangan diterima. Anda harus tegas. Kembalikan kepada supplier, dan minta penggantian dengan barang yang baru,” tegasnya.

Pentingnya Ketegasan dan Kewaspadaan

Pengecekan yang teliti dan keputusan yang tegas sangat dibutuhkan pada tahap ini. Dalam beberapa kasus insiden keamanan pangan yang terjadi, sebenarnya kondisi bahan baku yang kurang segar atau tidak baik sempat terpantau saat penerimaan. Sayangnya, seringkali Asisten Lapangan yang bertugas tidak berani mengambil tindakan tegas untuk menolaknya.

Kerja sama yang solid, teliti, dan berintegritas dari ketiga pengelola dapur inilah yang diharapkan dapat menjadi benteng utama untuk menjaga standar keamanan dan kualitas pangan. Prosedur yang ketat pada tahap awal ini merupakan investasi untuk mencegah masalah yang lebih besar pada tahap konsumsi.