Transjakarta Perkuat Layanan 50% untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran
Dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode arus balik Lebaran, Transjakarta secara resmi mengubah pola operasionalnya. Pola normal beralih menjadi operasi berbasis permintaan atau demand-based operation untuk lebih responsif terhadap kebutuhan perjalanan masyarakat.
Penyesuaian Berdasarkan Pola Pergerakan Penumpang
Menurut penjelasan Humas Transjakarta, pola pergerakan penumpang pada masa arus balik memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan hari biasa. Fokus utama adalah pada konektivitas yang lancar dari titik-titik kedatangan utama, seperti stasiun kereta api dan terminal bus antarkota (AKAP), yang diprediksi mengalami puncak kepadatan pada akhir Maret.
“Kami memperkuat layanan pada rute-rute yang terhubung langsung dengan stasiun dan terminal. Penguatan ini bisa mencapai hingga 50 persen agar penumpang dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih cepat dan nyaman,” jelas pernyataan resmi tersebut.
Rincian Penguatan Layanan
Kebijakan ini diterapkan dalam periode tertentu. Transjakarta menitikberatkan pada integrasi antar moda transportasi dengan beberapa langkah konkret:
1. Peningkatan Frekuensi Layanan
Rute-rute terintegrasi akan mendapatkan penambahan frekuensi perjalanan, dengan peningkatan kapasitas hingga 50 persen untuk menampung lebih banyak penumpang.
2. Perpanjangan Jam Operasi
Jam operasional layanan akan disesuaikan dan diperpanjang untuk mengakomodasi kedatangan penumpang yang mungkin terjadi hingga larut malam.
3. Penyelarasan Jadwal
Pola operasi bus akan disinkronkan dengan jadwal kedatangan kereta api dan bus AKAP, memastikan ketersediaan angkutan lanjutan saat penumpang tiba.
Rute-Rute yang Diperkuat
Penguatan layanan mencakup beberapa koridor Bus Rapid Transit (BRT) dan layanan Angkutan Umum Integrasi (AUI). Beberapa di antaranya adalah:
Layanan BRT: Koridor 2A (Pulo Gadung – Rawa Buaya via Balaikota), Koridor 4D (Pulo Gadung – Kuningan), dan Koridor 7F (Kampung Rambutan – Juanda via Cempaka Putih).
Layanan AUI: Rute penghubung seperti Tanah Abang – Blok M, Senen – Tanah Abang, dan Manggarai – Blok M.
Langkah strategis ini diharapkan dapat meredam dampak kepadatan dan memberikan solusi mobilitas yang efisien bagi warga yang kembali ke Jakarta setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri.


