4 Pekerja Tewas Keracunan Gas Saat Bersihkan Penampungan Air
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menjelaskan bahwa penyelidikan telah dilakukan dengan memeriksa keterangan tiga orang saksi. Dari hasil pemeriksaan, terungkap kronologi kejadian bermula ketika para pekerja mendapat perintah dari mandor untuk melakukan pengurasan pada sebuah gelonteng atau penampungan air.
“Saat membuka penutup penampungan, salah seorang pekerja terjatuh ke dalam,” ujar Nurma dalam keterangan tertulisnya, Jumat malam. Upaya penyelamatan segera dilakukan oleh rekan-rekan korban, namun sayangnya dilakukan tanpa menggunakan alat pelindung diri atau perlengkapan keselamatan yang memadai.
Upaya Tolong Menolong Berakhir Tragis
Niat baik untuk menolong justru berubah menjadi petaka. Rekan kerja yang berusaha membantu korban pertama ikut terjatuh ke dalam lubang dengan kedalaman sekitar tiga meter tersebut. Situasi di dalam penampungan ternyata sangat berbahaya.
“Pada saat proses evakuasi korban, saksi merasakan hawa panas dan udara yang sangat pengap di sekitar area gelonteng,” jelas Nurma lebih lanjut. Kondisi ini mengindikasikan adanya akumulasi gas berbahaya di dalam struktur tertutup itu.
Rincian Lokasi Kejadian
Lubang penampungan air tempat kejadian berukuran sekitar 6 meter panjangnya, dengan kedalaman dan lebar masing-masing 3 meter. Struktur tersebut terbagi menjadi dua bagian dan sebelumnya dalam kondisi tertutup sebelum akhirnya dibuka untuk dibersihkan.
“Penampungan itu rencananya akan dibersihkan atau dikuras,” tutur Kapolsek. Sayangnya, aktivitas pembersihan ini berakhir dengan insiden memilukan.
Korban Jiwa dan yang Selamat
Akibat insiden ini, empat pekerja meninggal dunia. Mereka adalah Yana Nugraha (32 tahun), Mawi (62 tahun), Tatang Sonjaya (63 tahun), dan Muhamad Fauzi (19 tahun). Sementara tiga pekerja lainnya berhasil diselamatkan setelah mengalami sesak napas, yaitu Ujib (41 tahun), Ahmad Jaelani (37 tahun), dan Sunar (63 tahun).
Kejadian ini menyoroti pentingnya prosedur keselamatan kerja, khususnya saat menangani ruang terbatas atau confined space yang berpotensi mengandung gas beracun atau kekurangan oksigen.


