Mendagri Tito Tinjau Progres Rekonstruksi Aceh di Awal Ramadan
thaichili2go — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, mengawali agenda kerjanya di Provinsi Aceh dengan melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Minggu (22/2/2026). Ibadah di kota Serambi Mekah ini menandai penutupan kunjungan kerjanya ke sejumlah daerah terdampak bencana di Aceh di awal bulan Ramadan.
Silaturahmi dan Pemantauan Progres Pemulihan
Dalam sambutannya, Tito menyampaikan bahwa sejak lama ia telah merencanakan untuk menjalankan ibadah puasa hari pertama di Aceh Tamiang. Safari Ramadan ini, menurutnya, memiliki dua tujuan utama: mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat setempat dan memantau perkembangan terkini program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Kegiatan diawali dengan melihat langsung perkembangan di Aceh Tamiang, kemudian berbuka puasa bersama para pengungsi di hunian sementara (huntara). Dilanjutkan dengan salat Tarawih berjamaah serta diskusi dengan Bupati dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas berbagai permasalahan yang masih dihadapi,” jelas Tito di Masjid Raya Baiturrahman.
Menjalankan Amanah Presiden sebagai Bentuk Ibadah
Tito menegaskan bahwa kunjungannya ke berbagai wilayah di Aceh merupakan pelaksanaan dari amanah yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menunjuknya sebagai Kasatgas PRR. Baginya, tugas membantu masyarakat yang terdampak bencana ini adalah bagian dari ibadah dan pengabdian.
Sejak bencana melanda tiga provinsi di Sumatera, Tito mengaku langsung tergerak untuk turun ke lokasi. Saat peninjauan pertama, ia mengakui tidak menyangka skala dampaknya begitu luas, menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan tidak hanya di Aceh, tetapi juga terasa di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
“Setelah melihat skalanya, dan kemudian ditunjuk sebagai Kasatgas, saya merasa harus membantu [daerah-daerah yang terdampak],” sambungnya.
Progres Pemulihan Mulai Terlihat
Tito menambahkan, setelah beberapa bulan berlalu, kemajuan pemulihan mulai terasa di hampir semua daerah. Indikatornya antara lain jaringan listrik yang telah normal, roda perekonomian yang kembali bergerak, serta akses jalan dan sungai yang mulai terhubung kembali. Pemerintah, tegasnya, terus mengoptimalkan upaya percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersabar dan mengambil hikmah dari peristiwa yang telah terjadi. “Sebagaimana pepatah Inggris, ‘every cloud has a silver lining’. Setiap awan gelap pasti memiliki lapisan cerah berwarna perak di baliknya. Itu adalah tanda yang terang,” tandas Tito.
Pada kesempatan itu, Tito juga menyerahkan secara simbolis ratusan paket bantuan perlengkapan ibadah kepada masyarakat. Salah satu bantuan tersebut adalah Al-Qur’an wakaf dari Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Aceh.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, jajaran Forkopimda Kota Banda Aceh, para tokoh masyarakat, serta pihak-pihak terkait lainnya.


