Menkominfo Protes Konten Palestina Hilang Cepat di Meta
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Meutya Hafid menyampaikan protes terkait moderasi konten di platform media sosial Meta. Dalam sebuah inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di kantor Meta Indonesia, Meutya mempertanyakan ketidakseimbangan kecepatan tindakan platform terhadap jenis konten yang berbeda.
Konten Palestina Hilang dengan Cepat
Meutya mengungkapkan pengalaman pribadinya di mana sebuah foto yang ia unggah saat berkunjung ke Palestina langsung dihapus dari platform dengan sangat cepat. Ia menyampaikan kejadian ini langsung kepada perwakilan Meta saat sidak.
“Kemarin saya memasang foto saya ketika berada di Palestina, sangat cepat langsung dihilangkan,” ujar Meutya Hafid.
Ketimpangan Penanganan Konten
Menkominfo menegaskan bahwa penghapusan cepat konten Palestina tersebut bukan semata-mata masalah distribusi. Ia membandingkannya dengan berbagai konten hoaks yang justru bertahan lama di platform sebelum akhirnya ditindak.
“Bagi isu-isu tertentu, self-censorship dilakukan. Namun untuk hal-hal yang benar-benar mengganggu di Indonesia, seperti hoaks kesehatan, hoaks pemerintahan, hoaks yang mengadu domba terkait SARA, dan hoaks lainnya, mengapa justru lama ditangani? Sementara untuk urusan Palestina, langsung hilang,” tegas Meutya.
Pertanyaan atas Netralitas Platform
Dalam pernyataannya, Meutya Hafid mempertanyakan dasar dan konsistensi kebijakan moderasi konten yang diterapkan Meta. Ia menyinggung kemungkinan keberpihakan algoritma serta transparansi yang dirasakan kurang diberikan kepada pengguna dan pemerintah Indonesia.
“Kenapa bisa seperti itu? Apa penjelasannya, apa keberpihakannya terhadap pengguna kita yang jumlahnya sangat banyak di sini? Itu juga kita tidak pernah dapat penjelasan yang memadai,” tambahnya.
Pertanyaan ini menyoroti kekhawatiran pemerintah mengenai potensi bias dalam sistem moderasi konten global yang diterapkan oleh perusahaan teknologi raksasa, serta dampaknya terhadap pengguna di Indonesia.


