Kolaborasi Kunci Lestarikan Keraton Surakarta Sebagai Pusat Budaya

Kolaborasi Kunci Lestarikan Keraton Surakarta Sebagai Pusat Budaya

Kolaborasi Kunci Lestarikan Keraton Surakarta Sebagai Pusat Budaya

thaichili2go — Upaya pelestarian dan pemanfaatan Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memerlukan komitmen dan tanggung jawab dari semua pihak yang terlibat. Kolaborasi yang solid dinilai sebagai kunci utama untuk memastikan keberlanjutan peran keraton sebagai ruang strategis dalam memajukan kebudayaan nasional.

Dukungan Multipihak untuk Keberlanjutan

Dukungan dari berbagai elemen, mulai dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, hingga pihak swasta, sangat diharapkan. Sinergi ini akan memastikan Keraton Kasunanan Hadiningrat tetap lestari dan dapat berfungsi secara proporsional sebagai ruang pemajuan kebudayaan yang strategis untuk masa depan.

Kepedulian Negara terhadap Warisan Budaya

Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, menegaskan bahwa keberlangsungan Keraton Surakarta merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap warisan budaya. Masyarakat Surakarta berkomitmen untuk merawat kebudayaan dengan sebaik-baiknya, mengingat keraton merupakan jantung dari kebudayaan itu sendiri.

Keberadaan keraton menjadi stimulan penting bagi pemerintah kota dalam mendukung setiap aktivitas kebudayaan, yang mencakup tradisi, kesenian, hingga literasi.

Kawasan Kaya Sejarah dan Warisan

Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat terbagi menjadi tiga area penting: area luar beteng Baluwarti bagian utara, area luar beteng Baluwarti bagian selatan, dan area dalam tembok beteng Cempuri. Di dalamnya, terdapat setidaknya 74 bangunan penting yang merefleksikan perjalanan panjang sejarah dan budaya.

Lebih dari itu, kawasan ini juga menjadi ruang hidup bagi lebih dari 35 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Warisan takbenda ini mencakup beragam aspek, seperti adat istiadat, seni pertunjukan, kemahiran tradisional, serta pengetahuan tradisional mengenai alam dan semesta.