KemenPPPA Beri Dukungan dan Pelatihan untuk Korban TPPO
thaichili2go — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) berkomitmen untuk memberikan dukungan berkelanjutan kepada anak-anak korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Upaya ini difokuskan pada pemberian bekal keterampilan khusus agar mereka dapat hidup mandiri di kemudian hari.
Menggali Minat dan Bakat untuk Masa Depan
“Kita akan tanya dan gali dulu minatnya. Mungkin dia memiliki ketertarikan pada keterampilan menjahit, atau bidang lainnya. Dari situ, kita akan bersama-sama mencari solusi pelatihan yang paling tepat,” jelas Arifah Fauzi, perwakilan dari KemenPPPA. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun kemandirian dan kepercayaan diri para korban.
Perluasan Dukungan di Sentra Bahagia
Tidak hanya kepada dua anak korban TPPO, Menteri Arifah Fauzi juga menjumpai sejumlah anak perempuan korban kekerasan seksual yang saat ini tinggal di Sentra Bahagia, Medan. Dalam kunjungan tersebut, KemenPPPA turut menyerahkan bantuan spesifik yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing korban anak.
Peran Sentra Bahagia dalam Rehabilitasi
Sentra Bahagia di Medan merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Kementerian Sosial. Lembaga ini berfungsi sebagai rumah aman sekaligus pusat rehabilitasi sosial bagi korban kekerasan, dengan fokus utama pada anak-anak. Keberadaannya menjadi bagian vital dari jaringan perlindungan perempuan dan anak di Indonesia.
Sentra Bahagia aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan penanganan kasus kekerasan berjalan komprehensif. Kolaborasi ini mencakup proses hukum, rehabilitasi medis, serta dukungan psikologis jangka panjang untuk pemulihan korban.


