PDIP Tegaskan Sikap Politik Luar Negeri Soal Peran Indonesia di Gaza
thaichili2go — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi menyatakan sikap politik luar negerinya terkait dengan potensi keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Amerika Serikat. Sikap ini menegaskan kembali prinsip dasar diplomasi Indonesia yang bebas dan aktif.
Prinsip Bebas Aktif dan Peran PBB sebagai Landasan
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa perjuangan untuk kemerdekaan Palestina harus tetap berada dalam koridor hukum internasional dan mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya, politik luar negeri Indonesia tidak boleh menyimpang dari prinsip bebas aktif serta cita-cita membangun tatanan dunia yang adil.
Hasto mengingatkan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak panjang dan terhormat dalam kepemimpinan global, yang tidak boleh diabaikan. Sejarah diplomasi Indonesia, mulai dari penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika, peran dalam Gerakan Non-Blok, hingga inisiatif Conference of the New Emerging Forces (CONEFO), dinilai sebagai modal penting untuk memainkan peran strategis di kancah dunia saat ini.
Leverage Sejarah Diplomasi
“Rekam jejak kepemimpinan Indonesia ini seharusnya digunakan sebagai daya ungkit (leverage) kita dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif,” ujar Hasto dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa pengalaman empiris tersebut mengajarkan bagaimana Indonesia membangun pengaruhnya tanpa terikat pada blok kekuatan tertentu.
Indonesia Tidak Boleh Terikat Kekuatan Asing
PDIP mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh mengikatkan diri pada kekuatan bangsa mana pun. Satu-satunya pihak yang harus dijadikan sandaran adalah prinsip kemerdekaan sebagai hak segala bangsa. Oleh karena itu, setiap langkah diplomasi harus konsisten berpihak pada upaya penghapusan segala bentuk penjajahan di dunia.
Sikap tegas ini juga tercermin dalam penilaian Rakernas Pertama PDIP terhadap berbagai isu global. Partai ini menilai bahwa tindakan tertentu terhadap Presiden Venezuela, misalnya, bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip PBB.
Jalan Perdamaian Melalui PBB
PDIP mendorong agar seluruh upaya mewujudkan perdamaian dunia, termasuk konflik di Gaza, ditempuh melalui jalur dan mekanisme PBB yang sah. Hasto menegaskan, partainya konsisten pada pendirian bahwa PBB harus menjadi poros utama penyelesaian sengketa internasional.
Memperkuat Sistem Internasional yang Adil
Selain mendorong peran PBB, PDIP juga menekankan pentingnya memperkuat sistem internasional agar lebih adil dan damai. Partai ini melihat perlunya membangun solidaritas yang erat antar bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, dengan Indonesia memainkan peran kepemimpinan yang aktif.
“Itu yang harus ditonjolkan. Kita membangun solidaritas melalui kepemimpinan Indonesia di tingkat global,” tandas Hasto. Pernyataan ini sekaligus menegaskan visi PDIP bahwa diplomasi Indonesia harus mampu menjadi jembatan dan pemersatu bagi negara-negara berkembang di dunia.


